Sejarah Hari Lahan Basah Sedunia 2 Februari, Apa Saja yang Termasuk Lahan Basah?

- Minggu, 23 Januari 2022 | 16:00 WIB
Sejarah Hari Lahan Basah Sedunia 2 Februari, Apa Saja yang Termasuk Lahan Basah? (unsplash.com/USGS)
Sejarah Hari Lahan Basah Sedunia 2 Februari, Apa Saja yang Termasuk Lahan Basah? (unsplash.com/USGS)

ASPIRASIKU – World Wetland Day atau Hari Lahan Basah Sedunia diperingati setiap tanggal 2 Februari di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hari Lahan Basah Sedunia pertama kali diperingati oleh negara anggota Konvensi Ramsar pada 2 Februari 1997. Hari itu menandai peringatan Konvensi Lahan Basah pada 2 Februari 1971 yang dilaksanakan di kota Ramsar, Iran, tepatnya di tepi Laut Kaspia.

Tujuan ditetapkannya Hari Lahan Basah Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global tentang peran penting lahan basah bagi manusia dan bumi.

Baca Juga: Bagaimana Syarat dan Rukun Menikah dalam Agama Islam? Kamu Wajib Tau! Hati-hati Dengan Syarat Nomor 2

Menurut Konvensi Ramsar, lahan basah adalah ”Daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan: alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut”.

Lahan basah dapat mengatur iklim global, menyimpan karbon secara alami, dengan lahan gambut yang menutupi 3 persen permukaan bumi namun menyimpan 30 persen karbonnya.

Terlepas dari manfaatnya, lahan basah telah terancam selama beberapa decade. Sebanyak 35% lahan basah hilang sejak 1970. Lahan basah adalah salah satu ekosistem dengan tingkat penurunan, kehilangan, dan degradasi tertinggi.

Baca Juga: Bangkainya Tercium Irvan, Nasib Iqbal Diujung Tanduk! Sinopsis Ikatan Cinta 23 Januari 2022

Padahal lahan basah sangat penting secara ekologis, dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan beragam layanan ekosistem. Lahan basah juga merupakan solusi alam untuk pengendalian banjir, pelestarian kualitas air dan pengisian air tanah, perlindungan erosi, dan menyediakan pembibitan untuk ikan dan hewan air tawar dan laut lainnya, serta menyerap karbon.

Halaman:

Editor: Adi Gunawan

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X