• Rabu, 26 Januari 2022

22 Desember: Kilas Balik Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Tsunami Selat Sunda

- Senin, 6 Desember 2021 | 19:45 WIB
Gunung Anak Krakatau sebelum erupsi. ((Capture Youtube/Indonesia Nature FIlm Society))
Gunung Anak Krakatau sebelum erupsi. ((Capture Youtube/Indonesia Nature FIlm Society))

ASPIRASIKU - Pada 22 Desember 2018 bencana tsunami melanda wilayah Selat Sunda, khususnya Banten, Serang dan Lampung. Tsunami terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

 

Peristawa bencana tsunami yang melanda wilayah Selat Sunda itu merupakan bencana alam terbesar untuk wilayah setempat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Dari data yang dihimpun ada beberapa fakta soal terjadinya bencana tsunami Selat Sunda. Tepat di hari sebelumnya, yakni pada 21Desember 2018 pukul 13.51 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan erupsi Gunung Anak Krakatau berada di level waspada.

Baca Juga: Kumpulan Puisi Hari Ibu Nasional 2021 Menarik dan Berkesan

Kemudian, pada 22 Desember 2018 pukul 07.00 WIB, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sekitar perairan Selat Sunda.

Erupsi dan gelombang tinggi ini disebutkan memicu gelombang tsunami di perairan Selat Sunda.

Letusan Terbesar Gunung Krakatau

Pada 26 Agustus 1883, tepatnya 138 tahun lalu, Gunung Krakatau meletus untuk pertama kalinya. Letusan ini menjadi sejarah hebat dunia.

Halaman:

Editor: Adi Gunawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X