• Kamis, 11 Agustus 2022

Ketagihan Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Ternyata ini 5 Dampak Buruknya!

- Rabu, 1 September 2021 | 21:00 WIB
Ilustrasi Ketagihan Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Ternyata ini Dampaknya.... (Tangkapan Layar Kanal YouTube Elaine Hanafi)
Ilustrasi Ketagihan Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Ternyata ini Dampaknya.... (Tangkapan Layar Kanal YouTube Elaine Hanafi)

ASPIRASIKU – Gorengan merupakan salah satu jenis makanan yang umumnya dimakan ketika berbuka puasa.

Rasa gorengan yang gurih, renyah, dan sangat nikmat itu cocok sekali jika dijadikan sebagai makanan pembuka puasa.

Di balik kelezatan gorengan, mengkonsumi makanan ini dalam jumlah yang berlebihan akan memicu sejumlah penyakit.

Inilah penjelasan dari dr. Zaidul Akbar tentang mengkonsumi makanan gorengan, ia menjelaskan bahwa ada bagian pada usus kita yang menjaga untuk tidak keluar masuk ke area pembuluh darah.

Kalau hal tersebut bocor, maka kondisi tersebut bernama Likigard.

“Dan kalau dia sudah keluar dari usus ke pembuluh darah, maka otomatis cikal bakal autoimun akan terjadi. Autoimun, kanker, penyakit-penyakit degeneratif akan muncul. Kenapa? Karena 80 persen sistem kekebalan tubuh kita dibuat di sistem pencernaan,” kata dr. Zaidul Akbar.

Baca Juga: Tips Mengemudi yang Aman Saat Melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera pada Malam Hari

“Salah satu biangnya yang sering menyebabkan itu adalah Tepung. Gorengannya digoreng pakai minyak.. Minyak sawit kategorinya lemak trans. Lemak trans kalau masuk ke tubuhkita maka akan teroksidasi dan lengket di usus. Lengket di pembuluh darah,” tambahnya.

“Terus sayur, sayuran di goreng ya rusaklah enzimnya. Jadi makan gorengan itu makan apa? Makan kalori, makan gula yang dipanaskan. Karena tepung lama-lama masuk ke tubuh kita jadi gula juga," ujarnya.

"Gula gak kepakai di tubuh kita maka akan menjadi glikogen, glikogen gak kepakai diubah menjadi lemak. Jadi nanti kalau Anda mau bikin bakwan pakai tepung yang non gluten. Kasih sayur yang organik lalu di baked di panggang di oven, gak pakai minyak,” tutur dr. Zaidul Akbar menjelaskan.

Halaman:

Editor: Tampan Fernando

Sumber: YouTube Suara Kebaikan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X