• Jumat, 8 Juli 2022

Fungsi Pelaksanaan Tradisi Manten Glepung di Jawa Tengah, Benarkah Jadi Pengganti Tumbal Manusia?

- Jumat, 20 Mei 2022 | 14:15 WIB
Fungsi Pelaksanaan Tradisi Manten Glepung, Benarkah Jadi Pengganti Tumbal Manusia? (Facebook Momy Cheryll dan Eva Bundanya Alfaiz)
Fungsi Pelaksanaan Tradisi Manten Glepung, Benarkah Jadi Pengganti Tumbal Manusia? (Facebook Momy Cheryll dan Eva Bundanya Alfaiz)

ASPIRASIKU- Sebuah tradisi yang ada di Nusantara memanglah kaya dan sangat beragam, salah satunya berasal dari Jawa Tengah, yaitu manten glepung.

Manten Glepung adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Pekalongan yang dilakukan di Pabrik Gula Sragi apabila akan melaksanakan giling tebu.

Mante atau pasangan pengantinya sendiri merupakan pengantin yang terbuat dari glepung atau lumpur yang di hias layaknya sepasang pengantin Jawa.

Di Kecamatan Sragi, khususnya Desa Sragi itu terdapat tradisi yang masih dijalankan sampai sekarang. Tradisi di Pekalongan ada yang terkenal yaitu tradisi pengantin glepung atau sering dikenal masyarakat sekitar dengan nama Pesto Giling.

Tradisi ini dilaksanakan di Pabrik Gula Sragi, tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali, pesta rakyat ini sekaligus menjadi tanda bahwa musim giling di Pabrik Gula.

Baca Juga: Khutbah Jumat Tanggal 27 Mei 2022, Tema: 7 Nasihat Luqman Kepada Anaknya

Tradisi akan dimulai dengan adanya penggilingan manten tebu, dan masih dijalankan para warga khususnya warga Desa Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan.

Prosesi acaranya meliputi iring-iringan “pengantin glepung” yang dilakukan secara karnaval, adapun kegiatan pokok dalam selamatan giling adalah pemetikan tebu temanten sampai dengan penggilingan tebu temanten.

Pelaksanaan tradisi manten glepung dimulai dengan pemetikan beberapa tebu yang kemudian diarak oleh karyawan pabrik gula secara bersama-sama sebagai simbolis dimulainya panen tebu dan siap diproduksi menjadi gula.

Sembari diiringi kirab budaya yang meliputi barongan, gendruwo (boneka), musik gamelan, beserta hiburan lainnya.

Benarkah tradisi manten glepung ini adalah sebagai ganti tumbal manusia?

Baca Juga: Kumpulan 15 Contoh Soal Tes Wawasan Kebangsaan Seleksi TNI Polri 2022 Beserta Kunci Jawaban

Hal itu tentu tidak benar, karena tradisi ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap Allah SWT.

Sekaligus doa dan harapan agar memberikan keselamatan, kelancaran dan kemudahan agar tradisi berjalan lancar, sehingga rencana target penggilingan tebu yang telah dirancang tercapai.

Tradisi pengantin glepung di Pabrik Gula Sragi masih dijalankan sampai saat ini karena pelaksanaan tradisi manten glepung memberikan fungsi bagi masyarakat pendukungnya.

Yaitu fungsi religi, fungsi sosial budaya, fungsi ekonomi, fungsi pengemban wisata budaya dan hiburan serta fungsi pendidikan, berbagai fungsi tersebut yang paling menonjol pada saat ini sebagai sarana hiburan bagi masyarakat.

Keberadaan tradisi manten glepung ini merupakan tradisi warisan nenek moyang yang mempunyai nilai-nilai luhur, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat dalam upaya melestarikan budaya daerah untuk memperkaya kebudayaan Nusantara.

Mari terus lestarikan tradisi dan budaya yang ada di sekitar kita. ***

 

Editor: Tampan Fernando

Sumber: lib.unnes.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X