Mitos Sandekala Teror Berbagai Penjuru Nusantara Menjadi Asal Muasal Di Balik Film Jailangkung Sandekala

- Jumat, 23 September 2022 | 08:30 WIB
Mitos Sandekala Teror Berbagai Penjuru Nusantara Menjadi Asal Muasal Di Balik Film Jailangkung Sandekala. (Instagram/ @filmjailangkung2022)
Mitos Sandekala Teror Berbagai Penjuru Nusantara Menjadi Asal Muasal Di Balik Film Jailangkung Sandekala. (Instagram/ @filmjailangkung2022)

ASPIRASIKU – Jika mendengar judul film horor terbaru Indonesia yakni Jailangkung Sandekala, memang agaknya terdengar familiar di telinga kita.

Kamu sendiri pernahkah mendengar mengenai mitos Sandekala yang diangkat pada film Jailangkung Sandekala ini di daerahmu?

Ternyata, istilah Sandekala pada film Jailangkung Sandekala ini merupakan mitos yang diyakini oleh masyarakat Indonesia secara turun temurun, lho!

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 23 September 2022: Siena Mulai Klepek-Klepek dengan Nino, Setelah Pria Itu Lakukan Ini!

Mitos pergantian waktu dari sore ke malam dipercaya oleh masyarakat sebagai waktunya makhluk ghaib atau bangsa jin mulai keluar berkeliaran.

Oleh karena itu, pada jam-jam menjelang magrib para orangtua selalu mewanti-wanti anaknya agar segera pulang ke rumah dan melarang mereka bermain di luar rumah.

Di budaya Sunda, istilah Sandekala diambil dari dua kata, yakni Sande yang berarti bukan, dan Kala yang berarti waktu.

Baca Juga: Ikatan Cinta 23 September 2022: Tak Terduga! Pria Ini Jadi Malaikat Penyelamat Nino, Tawarkan Bantuan untuk

Jika disimpulkan, maka Sandekala berarti bukan waktunya untuk keluar rumah atau berkeliaran di waktu matahari terbenam.

Sedangkan di budaya Jawa, masyarakat menyebutnya dengan Candekolo yang berasal dari kata Candek atau dicandak artinya diraih atau diambil, dan Olo artinya keburukan atau hal jahat.

Jika disimpulkan, maka Candekolo berarti diambil oleh hal jahat yang merujuk pada makhluk ghaib atau bangsa jin.

Baca Juga: TERPERANGAH! Nino Semakin Silap Mata dan Hati ke Siena di Ikatan Cinta, Ternyata Karena...

Lalu, mitos Sandekala ini juga beredar dan dipercayai oleh masyarakat Bali yang menyebutnya dengan Sandikala.

Sandikala ini berasal dari kata Sandhya Kala yang berarti waktu sore hari ketika terlihat panorama matahari yang menghilang di bawah garis horizon dalam bentangan cakrawala di ufuk barat.

Halaman:

Editor: Adi Gunawan

Sumber: Instagram/@filmjailangkung2022

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X